JAKARTA, atensipublik.com – Ada-ada saja kelakuan manusia sekarang. Dipercaya justru menipu, diajak berkawan malah berkhianat. Padahal uang tidak seberapa, namun diprediksi akan mampu mencoreng tempatnya bekerja, Sabtu 22 Februari 2025.
Berawal dari sering bertemu dalam jasa angkutan Kapal Feri Jakarta-Bangka, korban (LH) perlahan mulai percaya atas bujuk rayu oknum sopir yang diketahui bernama Didi Sanudi.
“Iya bang, lebih murah kan saya kebetulan kerja di CV. Sumberjadi poolnya di jalan theresia bang, deket kan sama rumah abang,” ujar Didi suatu hari.
Kemudian, singkat cerita gayung pun bersambut. Mengingat Didi akui muatan ke Jakarta kosong, dirinya menawarkan jasa angkut silent operation kepada korban.
“Yah bayar aja 800 (ribu) bang untuk ganti ongkos nanti tiket saya yang beliin,” rayu Didi lagi.
Tergiur ongkos murah dan sudah sering bertemu juga timbul percaya karena bekerja di perusahaan cukup ternama di Babel. Maka korban pun -sesuai kesepakatan- membayar sejumlah 800 ribu rupiah pada pelaku penipuan.
“Ok, kapalnya KM Sewindu ya bang dimajukan jadi jam 3 berangkatnya,” kata Didi lagi.
Diluar ekspetasi, pas hari keberangkatan korban mengalami musibah berupa meninggalnya ibu korban. Sehingga jadwal keberangkatan mau tidak mau tertunda.

“Bang Didi saya ada musibah orangtua saya meninggal dunia. Tolong transfer balik ke saya 700 rb aja karena kan saya gak jadi. Tolong ya bang,” tulis korban di WA jam 19.00 wib malam Jumat 21 Februari 2025.
Anehnya, walau dijawab iya oleh ybs, perkara mengembalikan uang yang sudah disepakati sampai berita ini tayang malah jadi berlarut-larut dan belum diterima oleh korban. Sampai-sampai korban berinisiatif memberitahu Agen pemegang merk Yamaha Motor Bangka Belitung, tapi hanya jawaban normatif ala CS yang linglung.
“Maaf kami kurang tau juga,” tulis nomor WA Agen Yamaha di Sabtu 22 Februari 2025 jam 12.20 wib. (LH)