Pangkalpinang atensipublik.com – Hashim menjalankan bisnis tambang timah mulai dari eksplorasi, eksploitasi, penambangan, pemrosesan, peleburan, pemurnian, hingga penjualan. Perseroan menjalankan bisnisnya di Bangka Belitung, Selasa 21 Oktober 2025.
Arsari Tambang, dikutip bisniscom, yang didirikan pada 2011 ini menjadi perusahaan induk dari empat perusahaan lainnya yang juga menjalankan bisnis tambang timah di Bangka Belitung yaitu PT Mitra Stania Prima, PT Mitra Stania Kemingking, PT PT Mitra Stania Bemban, dan PT AEGA Prima (AEGA Prima).

PT Mitra Stania Prima (MSP) diklaim sebagai perusahaan pertambangan timah terbesar ke-3 di Indonesia. MSP memiliki konsesi tambang di Mapur yang merupakan salah satu tambang timah darat terbesar yang masih aktif beroperasi di Indonesia. Sejak 2013, MSP sudah aktif menambang di Mapur dengan luas tanah 233,5 hektare dengan potensi tambang sebesar 7.071 ton timah (Sn).
PT Mitra Stania Prima (MSP) merupakan perusahaan pertambangan timah terbesar ke-3 di Indonesia. MSP memiliki konsesi tambang di Mapur yang merupakan salah satu tambang timah darat terbesar yang masih aktif beroperasi di Indonesia. Sejak tahun 2013, MSP sudah aktif menambang di Mapur dengan luas tanah 233.5 hektar dengan potensi tambang sebesar 7.551 ton timah (Sn), sesuai dengan Persetujuan RKAB Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi PT Mitra Stania Prima tahun 2024 s.d. 2026.
MSP memiliki dan mengoperasikan fasilitas pengolahan dan pemurnian timah. Alat pelebur timah MSP memiliki dua tungku listrik dengan kapasitas sebesar 3.811 Ton di tahun 2024 serta menggunakan energi hijau dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan solar panel. Ingot timah bermerek MSP merupakan produk timah yang terdaftar di bursa London Metals Exchange (LME). Penghasilan ekspor logam timah MSP saat ini sekitar 3.300 ton logam timah dan sudah mendapatkan GREEN PROPER.
Kedua, PT Mitra Stania Kemingking merupakan perusahaan yang terafiliasi dengan PT MSP. Perusahaan ini memiliki IUP timah seluas 1.206,4 ha di Kabupaten Bangka Tengah yang berlaku hingga 13 Januari 2035. Ketiga adalah, PT Mitra Stania Bemban yang juga terafiliasi dengan PT Mitra Stania Prima dan memiliki wilayah IUP seluas 441,6 ha di Kecamatan Namang, Bangka Tengah. Terakhir adalah PT AEGA Prima (AEGA Prima), perusahaan afiliasi dari PT Arsari Tambang yang juga bergerak di bidang pertambangan timah terintegrasi di Kepulauan Bangka Belitung.
AEGA Prima memiliki total luas IUP 293 ha yang berlokasi di Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka. Belum lama ini, Hashim Djojohadikusumo meresmikan pabrik solder PT Solder Tin Andalan Indonesia (Stania) di Kawasan Industri Tunas Prima di Kabil, Batam. PT Stania merupakan anak usaha dari Arsari Tambang. Pabrik ini didirikan untuk mendukung agenda hilirisasi mineral nasional, serta jadi pionir produksi timah ramah lingkungan di Asia Tenggara.
Hashim, yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama Arsari Tambang, mengatakan bahwa Arsari ingin bertransformasi menjadi industri tambang yang mendukung transisi energi untuk bertanggung jawab secara lingkungan dan sosial. “Stania merupakan produsen solder yang berbasis hilirisasi mineral, dan menggunakan listrik dari energi terbarukan milik PLN yang telah mendapat sertifikasi Renewable Energy Certificate [REC] menjadikannya fasilitas produksi bebas emisi,” kata Hashim saat konferensi pers di Pabrik Stania, Batam, , Kamis (10/7/2025).
Pabrik PT Stania dibangun di atas lahan seluas 6.500 meter persegi, di mana tahap groundbreaking sudah dimulai pada 10 Mei 2024 dan kini siap memproduksi hingga 2.000 ton solder bar per tahun. Realisasi investasi awal mencapai senilai Rp400 miliar. Dalam jangka panjang, kapasitas produksi akan diperluas mencakup solder wire, powder, dan paste, dengan total volume hingga 16.000 ton per tahun.
Dengan target pendapatan mencapai Rp1 triliun, keberadaan pabrik ini diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan industri manufaktur berbasis mineral dalam negeri. Untuk saat ini, pabrik PT Stania baru membuka satu line produksi solder, yang mempekerjakan 80 orang.
Namun, tak menutup kemungkinan ke depannya akan ada delapan line dalam satu pabrik sehingga rekrutan potensial bisa mencapai 640 orang hanya untuk satu pabrik. “Rencana ekspansi akan terus dilakukan. Kapan kami buka line-line berikutnya nanti sesuai dengan kebutuhan pasar. Ketika itu terjadi, kita sudah siap,” tegasnya.(***)
sumber : bisniscom – web corporate












