Gubernur Babel Laporkan Batara Harahap, Hidayat Arsani : Ayo Batara Mari Kita Buktikan (Tuduhan) Itu

  • Bagikan
Tangkapan layar video viral

Pangkalpinang atensipublik.com – Dalam Novel “Mereka Jang Dilumpuhkan” karya Pramoedya Ananta Toer – terbit tahun 1951- penulis kontroversial milik Indonesia ini dengan detail merekam kehidupan, soal masyarakat kecil yang terbuang akibat perilaku melanggar aturan, Selasa 9 Desember 2025.

Dalam syairnya, dengan prosa berkasta tinggi, Pram menggambarkan dengan jitu kehidupan jiwa-jiwa didalam penjara. Dimana mereka lambat laun akan mengalami degradasi mental juga moral. Akibat pengapnya hidup di dalam bui.

“Kami telah mual bau bangkai kata-kata. memoles bingkai-bingkai tua dari tjermin omong-kosong. Kami bentji keindahan kuda pingitan, jang litjin bulunja dan patuh, hidup dari persediaan,” demikian kutipan novel Mereka Yang Dilumpuhkan halaman 7 diterbitkan oleh Balai Pustaka Jakarta.

Gambaran yang teliti menyoal laku lampah para penghuni penjara. Sifat pemberontak yang pada akhirnya justru menjadikan pemilik sifat tersebut dikerangkeng karena melanggar hukum didalam masyarakat itu sendiri.

Sementara itu, redaksi sempat menonton cuplikan video durasi tiga menit di sosial media facebook, Selasa pagi ini.

Isinya adalah soal kedatangan seorang Gubernur Provinsi Kep Bangka Belitung di SPKT Polda Babel, untuk melaporkan secara resmi sebuah akun sosial media tiktok atas nama Batara Harahap.

“Yang dilaporkan adalah saudara Batara Harahap. Coba saudara Batara buktikan (tudingan membiayai demo), saya banyak pekerjaan saya capek seolah-olah saya tidak becus. Setiap manusia tidak ada yang sempurna pasti ada kekurangan tapi saya ingin berbuat baik pada rakyat saya,” beber Hidayat Arsani di SPKT Polda Babel Senin 8 Desember kemarin.

Gubernur juga mengungkapkan bahwa dirinya mengakui sesaat sebelum demo di halaman PT Timah berlangsung, memang dirinya disambangi oleh Batara Harahap.

“Soal demo waktu itu saya katakan silahkan sah-sah saja, asal jangan anarkis,” ucap Gubernur.

Sebelumnya, lima hari yang lalu. Mantan Gubernur Provinsi Kep Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan juga melaporkan Batara atas dugaan pencemaran nama baik.

“Jadi terkait video yang beredar yang mengatakan bahwa Gubernur Bangka Belitung sebagai dalang demo, itu benar,” sebutnya dalam tayangan video yang berkonten tuduhan serius pada Gubernur Babel.

Tak hanya itu saja, Batara yang addict live video di akun tiktoknya, turut pula menghunus tuduhan terkait kasus tanam sawit tumbuh pisang. Kalimat satir yang menyindir kasus korupsi di Bangka Belitung, di mana izin pemanfaatan kawasan hutan untuk tanam pisang (proyek tumpang sari lahan hutan) oleh kelompok tani ternyata diubah menjadi perkebunan sawit secara ilegal oleh oknum pejabat dan perusahaan.

“Menjijikan, aku dilaporkan oleh mantan Gubernur,” kata Batara dengan mimik menantang lewat tayangan video tiktok.

Bukan cuma Gubernur dan mantan Gubernur saja yang tersinggung dengan aksi tuding warga domisili di Bangka Selatan ini. Bahkan anggota DPR RI Ketua Komisi XII asal Fraksi Partai Golkar, Bambang Pattijaya sekalipun tak urung pernah mengalami getirnya tudingan Batara. Meskipun akhirnya berujung damai.

Sebagian warganet menilai, aksi main tuding dengan modal gigi dan ludah ini bertendensi sebagai aksi sengaja dengan tujuan tertentu, bisa jadi damai. Walau penilaian ini hanya merupakan ekspresi kekesalan warganet di Babel atas provokasi tersebut.

“Jadi lh jang2 ngeroh aik di Bangka Belitung neh. along Ki plg ke tmpt asal kh lh,” ungkap akun tiktok “@Kura-kura.

“Sbnr die ni ad dalang di atas. die ni cm dsuruh rusuh bai,” tukas akun @ice princess dalam kolom komentar. 

Dan saat ini, sepak terjang Batara yang diduga gemar pansos sembari melontarkan tuduhan- tuduhan kontroversial pada tokoh-tokoh di Provinsi Kep Bangka Belitung, kembali menuai laporan polisi.(LH)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *