Pangkalpinang atensipublik.com – Indonesia pernah sukses swasembada pangan pada tahun 1984 di masa pemerintahan rezim orde baru Presiden Soeharto. Atas prestasi tersebut, Indonesia pun meraih penghargaan dari Food and Agriculture Organization (FAO) atas keberhasilan mencapai swasembada pangan, khususnya beras, Kamis 8 Januari 2026.
Berselang 42 tahun kemudian, ketangguhan sektor pertanian nasional dalam memenuhi kebutuhan pangan rakyat secara mandiri, diulangi lagi melalui pemerintahan Presiden Prabowo.

Dilansir dari BPMI Setpres, disebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan nasional tahun 2025 dalam acara Panen Raya di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, pada Rabu 7 Januari kemarin.
Dalam sambutannya, Kepala Negara menyampaikan apresiasi tinggi kepada para petani dan seluruh elemen pertanian yang telah bekerja keras sehingga target swasembada yang semula diproyeksikan empat tahun, dapat terwujud hanya dalam waktu satu tahun. Presiden menegaskan bahwa ketersediaan pangan yang mandiri adalah kunci utama agar bangsa Indonesia tidak bergantung pada negara lain.
Sebagai bentuk apresiasi negara atas jasa dan pengabdian dalam mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan nasional, Presiden Prabowo menganugerahkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia kepada sejumlah tokoh dan pelaku di bidang pertanian. Penghargaan tersebut diberikan antara lain kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta para petani, penyuluh, hingga jajaran TNI dan Polri yang dinilai berjasa besar dalam mendukung pembangunan sektor pertanian dan pangan.
Tak cuma itu, sehari sebelumnya dalam Taklimat Awal Tahun di kediaman Prabowo di Hambalang Selasa 6 Januari, Presiden menyoroti capaian tahun pertama pemerintahan serta menegaskan pentingnya strategi transformasi bangsa yang tertulis dan terukur.
“Swasembada pangan dan energi sebagai fondasi utama kemandirian dan kemakmuran bangsa di tengah dinamika global. Salah satu capaian strategis tersebut tercermin dari cadangan beras pemerintah yang telah melampaui 3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia,” tukas Presiden kedelapan RI.(***)












