Pangkalpinang “Tercekik” Supply Gas Melon, Prabowo : Saya Akan Bersihkan Pertamina

  • Bagikan
Gambar adalah ilustrasi

Praktek mismanajemen disorot oleh Presiden

•Tekad Prabowo membersihkan Pertamina dikukuhkan sewaktu dirinya dilantik jadi Presiden

Pangkalpinang atensipublik.com – Dalam kurun waktu sepekan ini, para panglima dapur alias emak-emak di seantero -Ibukota Penghasil timah atau kotamadya- Pangkalpinang mengeluhkan hal yang sama, yakni langkanya tabung gas warna hijau ukuran 3 kilogram baik di tingkat agen apalagi pengecer, Jumat 23 Januari 2026.

“Payah omong pak, gas ne macem barang mewah bai jadi e. Cube lah dipikir, harga asli e kan 18 ribu atau 20 ribu lah mun meli di pengecer, tapi kini harga e pacak ngelambung ke 40 sampai 50 ribu pak. Blom meli lauk ikan, lom meli sayur e bumbu e, neg brape sekali belanje pak?” sungut Aminah warga kampung kramat Pangkalpinang ketika ditemui awak media.

Kelangkaan gas yang secara sporadis masih terjadi di wilayah Kepulauan. Tentu tak terlepas dari sistem distribusi yang terlihat rentan ketika disentuh oleh kata delay alias keterlambatan. Artinya, kuota yang sudah dihitung matang sekalipun akan berantakan sewaktu total kuota mau tidak mau terkena subsidi silang demi menjaga stabilitas pasokan daerah lainnya.

“Kuota Pangkalpinang sebenarnya tidak ada masalah namun dikarenakan kabupaten Bangka Barat ada permasalahan untuk pendistribusian gas elpiji, jadi kuota Pangkalpinang sementara ini di bagikan sebagian ke Bangka Barat,” ungkap Andika Prakasa, Kadisperindagkop Pemkot Pangkalpinang pada media atensipublik Kamis sore.

Sebaliknya, sikap tutup rapat komentar dari situasi pelik seperti tadi, secara tidak elok justru dipertontonkan oleh pihak paling berwenang dalam carut marut sistem distribusi gas melon, yakni Pertamina Bangka Belitung. Mereka lebih memilih untuk mengenakan pepatah “diam itu emas” ketika rakyat butuh kejelasan. 

Sementara itu, di Pemerintah Pusat sendiri melalui Pidato Presiden Prabowo yang diunggah akun Kementerian Sekretariat Negara telah mengendus adanya praktek-praktek tidak benar dan berpotensi menerbitkan kekacauan pada kebutuhan pokok masyarakat.

“Bahwa kita harus akui dan rakyat juga merasa bahwa terjadi Mismanagement, terjadi permainan-permainan tidak sehat di Pertamina dan di pengaturan ESDM kita,” tegas Prabowo.

Prabowo pun -dalam pidatonya- tidak segan-segan dengan terbuka menunjuk hidung. Bahwa akibat praktek patgulipat atau kongkalikong diimbuhi dengan praktek Mismanagement tadi tentu akan menimbulkan kesengsaraan bagi rakyat.

“Karena itu, sewaktu saya -diangkat- jadi Presiden. Maka saya bertekad untuk membersihkan Pertamina,” pungkas Presiden ke 8 RI. (LH)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *