Hindari Kelangkaan Gas Melon di Pangkalpinang, Agen Gas : Masyarakat Yang Mampu Beli Bright Gas 5,5 Kg

  • Bagikan
Opsi pembelian gas masy mampu adalah Bright Gas Uk 5,5 Kg

Beleid Pemerintah Pusat Melarang Penggunaan Gas Melon Untuk Masyarakat Mampu

•Ada opsi pembelian Bright Gas Ukuran 5,5 Kilogram 

Pangkalpinang atensipublik.com – Untuk menjaga stabilitas anggaran terkait subsidi gas elpiji ukuran tiga kilogram, Pemerintah pusat melalui kementerian ESDM telah menerbitkan Keputusan Menteri ESDM No 37.K/MG.01/MEM.M/2023 tentang Petunjuk Teknis Pendistribusian Isi Ulang Liquefied Petroleum Gas Tertentu Tepat Sasaran dan Keputusan Dirjen Migas No. 99.K/MG.05/DJM/2023 tentang Penahapan Wilayah dan Waktu Pelaksanaan Pendistribusian Isi Ulang Liquefied Petroleum Gas Tertentu Tepat Sasaran, Senin 26 Januari 2026.

Dengan beleid ini, Pemerintah tentu berharap dukungan semua pihak agar dalam pelaksanaan transformasi pendistribusian isi ulang LPG tabung 3 kg bisa mencapai target tepat sasaran.

Meski begitu, dalam rapat koordinasi antar stakeholder yang diselenggarakan oleh Disperindagkop Pemkot Pangkalpinang tersisa satu closing statement yang menyentuh rasa keadilan bagi masyarakat yang terdampak kelangkaan gas elpiji dalam sepekan kemarin.

“Tolong dibantu sosialisasikan saja nih pak, tolong untuk masyarakat yang mampu tolong jangan gunakan gas subsidi 3 kg. Sebab masih banyak masy yang tidak sadar harusnya pakai yang Bright Gas ukuran 5,5 kg. Bahkan di pangkalan mereka masyarakat yang tergolong mampu tetap ngotot membeli gas melon. Nah saya pikir ini perlu di-edukasi ke masyarakat golongan mampu agar segera menggunakan yang 5,5 kg,” ungkap Ad, seorang mitra pengelola pangkalan gas di Pangkalpinang.

Sementara itu, terkait masalah teknis distribusi, pihak perwakilan PT Pertamina angkat bicara menjelaskan duduk masalah yang jadi biang keladi kelangkaan gas melon tersebut. Menurutnya, fenomena kelangkaan gas melon yang saat ini sedang terjadi, tidak lepas dari faktor utama, yakni cuaca ekstrim dan angin kencang sehingga menghambat kapal distribusi sebagai mata rantai pasokan distribusi.

“Untuk sistem suplai memang ini berjenjang seperti distribusi gas, ada dua kapal pengangkut dengan kapasitas 470 metrik ton dan 500 metrik ton. Namun ada kendala dengan faktor cuaca ekstrim di tanggal 21 -24 januari kemarin,” bebernya.

Baca juga : Hasil Rapat Koordinas Pemkot Pangkalpinang 

Pihaknya juga menyampaikan soal forecast jadwal kedatangan kapal pengangkut gas elpiji kuota Bangka Belitung, yang dalam perkiraan pihaknya akan rampung bersandar di hari Minggu atau Senin 26 Januari ini.

“Kalau estimasi kedatangan kapal maksimal di hari Senin 26 Januari. Untuk stok ada 70 metrik ton yang tersisa ada 30 metrik ton. Jika tiba di hari Minggu 25 Januari, kami langsung operasional. Karena kapal langsung sandar di dermaga lewat Baturusa, jadi tidak perlu menunggu air pasang untuk bongkar muat,” jelas pihak PT Pertamina. (LH)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *