Rakor Terkait Kelangkaan Gas Kini Terbentur Fakta, Kompor Gas Warga Banyak Yang Belum Menyala

  • Bagikan

Monitoring Pihak Stakeholder Terkesan Isapan Jempol Belaka

•Kebutuhan Pokok Warga Takkan Pernah Menunggu Hasil Rapat 

Pangkalpinang atensipublik.com – Faktor cuaca yang dituding jadi penyebab kelangkaan gas subsidi 3 kilogram di Pangkalpinang, per hari ini justru masih setia jadi trending topics panas di kalangan warga. Selain langka, gas tabung warna hijau tersebut sekalinya muncul seketika memiliki label mahal dan berkali lipat harganya melambung tidak terkira, Kamis 29 Januari 2026.

“Permisi spradik nek nanya dimana ade jual gas 3kg ne spradik. Payah nyari e butuh 2 ikok untuk masak sedekah ruah ni spradik. Yang tau tolong kasih info spradik ok makasih,” demikian dituliskan oleh akun Yuli yuli pada dinding sosial media facebook Rabu 28 Januari malam.

Sementara itu, akibat kelangkaan gas yang akhirnya dinilai warga mirip tanpa campur tangan pemerintahan setempat, sontak menyuburkan sifat spekulan cari untung diantara warga. Mereka tanpa ragu lagi seolah memanfaatkan situasi pelik yang sedang menimpa hampir sebagian besar kompor gas milik warga. Dengan cara mengeruk selisih keuntungan dengan tawaran di sosial media dan berujung menerbitkan protes warga lainnya.

postingan tawaran jual beli gas di FB

“Yg minat tabung dengan isinya, 260.000 COD pkp. “S*** ingat karma memanfaatkan kesempatan dari kesulitan orang lain kelak juga akan mendapat balasannya, entah itu anak cucu e nauzubillah. Kalau niat membantu orang lain berilah harga sewajar e.” Bang J*** aok bang bnr la, mentang2 gas tengah saro ni urng memanfaatkn e,” demikian percakapan antar warga dalam kolom komentar postingan pada Rabu malam tadi.

Baca juga : Hasil Rakor Kelangkaan Gas Pemkot Pangkalpinang

Terpisah, di Jumat 23 Januari yang lalu, pemerintah kotamadya Pangkalpinang telah menggelar Rapat Koordinasi lintas sektoral menyikapi situasi kelangkaan gas yang terjadi. Saat itu, dengan gagahnya rapat menyimpulkan bahwa kelangkaan gas elpiji subsidi tersebut, ditetapkan karena faktor cuaca.

“Untuk sistem suplai memang ini berjenjang seperti distribusi gas, ada dua kapal pengangkut dengan kapasitas 470 metrik ton dan 500 metrik ton. Namun ada kendala dengan faktor cuaca ekstrim di tanggal 21 -24 januari kemarin,” beber perwakilan PT Pertamina.

Di hadapan para stakeholder terkait, pihak perwakilan PT Pertamina tadi juga menegaskan estimasi kedatangan kapal pengangkut gas elpiji. Walau saat ini dalam fakta yang tak terbantahkan, gas tersebut masih gemar menghilang di sebagian wilayah tanpa kejelasan yang pasti.

“Kalau estimasi kedatangan kapal maksimal di hari Senin 26 Januari. Untuk stok ada 70 metrik ton yang tersisa ada 30 metrik ton. Jika tiba di hari Minggu 25 Januari, kami langsung operasional. Karena kapal langsung sandar di dermaga lewat Baturusa, jadi tidak perlu menunggu air pasang untuk bongkar muat,” jelas pihak PT Pertamina.(LH)

Mohon saksikan tayangan video1 dan tayangan video 2 (klik) berikut.

sumber video : akun FB spradik kamek dan Jok Bangka

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *