Terkait Pemberantasan Tambang Ilegal, Abraham Samad : Presiden Tidak Takut Pada Oligarki 

  • Bagikan
tangkapan layar Talkshow Inews

Presiden Nyatakan Tidak Takut Pada Resiko dari Oligarki

•Satgas PKH Sudah Berhasil Sita 4,09 juta hektare lahan sawit ilegal, 8800 hektare lahan tambang dalam Kawasan Hutan, mengamankan kerugian negara senilai 6,6 Triliun 

Pangkalpinang atensipublik.com – Pada pertemuan dengan tokoh Nasional di kediaman Presiden Prabowo di Jalan Kertanegara Jakarta Jumat 30 Januari 2026 yang lalu, Presiden berdasarkan keterangan narasumber, akan terus menabuh genderang perang pemberantasan korupsi di bidang Sumber Daya Alam. Walaupun seperti sama-sama diketahui, hal tersebut tidaklah semudah memesan barang online secara daring, sebab seringkali ditemukan nama yang melibatkan orang kuat di negara ini, Kamis 5 Februari 2026.

“Saya tidak takut pada naga-naga itu, bahkan dalam pertemuan itu Pak Presiden menyebutkan nama-nama oligarki (naga) itu tapi disini saya tidak akan menyebut karena tidak etis kan,” demikian ungkap Ketua KPK RI era 2011 -2015 Abraham Samad dalam sebuah program siniar Inews yang disaksikan oleh awak redaksi.

Bukan cuma melibatkan oligarki saja, sudah menjadi rahasia umum jika di lapis berikutnya yang membuat tata kelola pertambangan agak ruwet untuk diurai ialah indikasi terlibatnya oknum-oknum dari pihak APH itu sendiri.

“Kalau kita mau memberantas korupsi di pertambangan ilegal ataupun legal itu sudah pasti dia punya backing. Jadi, kenapa penting pemberantasan korupsi di tubuh judicial corruption itu biasanya para backing terdiri dari tubuh aparat penegak hukum,” susul Abraham Samad.

Oleh karena itu, imbuh Abraham, maka harus dilakukan pemberantasan korupsi di tubuh penegak hukum itu. Dan, Pak Prabowo sendiri mengakui, kata Abraham lagi, kemungkinan besar memang. jika kita melakukan pemberantasan korupsi secara serius di bidang Sumber Daya Alam maka akan banyak tantangan kedepannya.

“Salah satu contohnya mungkin ada pihak-pihak oligarki yang merasa terganggu, jadi karena pihak oligarki tentu tidak senang dan diprediksi akan melakukan serangan pada ekonomi kita. Dan secara eksplisit, lagi-lagi Pak Prabowo bilang saya tidak takut dengan oligarki tidak takut dengan naga-naga,” jelas Abraham Samad lagi.

Perlu diketahui, berdasarkan data dari sumber terbuka, hanya dalam kurun waktu satu tahun terakhir, Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) berhasil menguasai kembali sekitar 4,09 juta hektare lahan perkebunan kelapa sawit ilegal dan 8.800 hektare lahan tambang yang menyerobot kawasan hutan. Satgas juga menyita uang negara senilai Rp6,6 triliun dan menargetkan pemulihan lanjutan, termasuk rencana pencabutan izin 28 perusahaan pelanggar.(***)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *