•Presiden Telah mengantongi nama-nama oknum yang membekingi Tambang Ilegal
•Susno Sebut, Penegakan Hukum Tidak Harus Melalui Operasi ataupun Perintah Presiden
Pangkalpinang atensipublik.com – Pemerintah pusat telah menabuh genderang perang pada praktek lancung oknum negara yang bermain dalam pusaran korupsi di tanah air. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Negara dalam sesi dialog bersama Chairman and Editor-in-Chief Forbes Media, Steve Forbes, pada ajang Forbes Global CEO Conference 2025, Rabu 11 Februari 2026.
Bukan cuma korupsi dalam artian menyeluruh saja, Presiden Prabowo pun kembali menegaskan tekadnya untuk secara serius membabat praktek penyelewengan yang disinyalir telah mengakar dalam mental para ambitenaar alias pejabat negara.
“Menurut saya, korupsi adalah penyakit. Ketika sudah mencapai stadium 4 seperti kanker, akan sangat sulit disembuhkan. Dalam sejarah, korupsi bisa menghancurkan negara, bangsa, dan rezim. Jadi, ya, saya bertekad untuk memberantas korupsi,” ujar Presiden Prabowo dikutip akun Kemensesneg.
Selain itu, penegasan lainnya yang serupa dengan tekad Presiden, kali ini datang dari Eks Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pur Susno Duadji dalam salah satu acara siniar media mainstream.
“Jadi menurut beliau, jangan justru aparatnya sendiri yang di dalam, saya tau nama-namanya kata beliau. Mungkin aparat yang mendengar malam ini, ini koreksi buat kita,” terang Susno.
Susno bilang, memang perlu adanya shock therapy seperti sekarang dimana aparat militer yang berdiri di depan. Tentunya dengan tidak mengenyampingkan peran kepolisian dan kejaksaan dalam proses law enforcement terkait pemberantasan korupsi di bidang Sumber Daya Alam.
“Harapan kita kedepan aparat hukum itu berjalan sebagaimana mestinya tidak perlu ada operasi, ada perintah Presiden ya kalau melanggar ya ditindak,” imbuh mantan Kabareskrim Mabes Polri tersebut.
Proses penegakan hukum yang telah berlangsung, sambungnya lagi, seperti contoh dalam pemberantasan tambang ilegal timah di Bangka Belitung, Presiden sekali lagi menegaskan bahwa pihaknya tahu nama-nama oknum yang membekingi aktifitas yang merugikan negara tersebut. Bahkan ketika dipertegas oleh host acara, Aiman Witjaksono, nama (oknum-red) Jenderal, Susno mengiyakan statement host tadi.
“Oh iya, Presiden tahu nama-namanya, ya wajar beliau tuh tahu, cuma Susno yang tidak tahu,” kelakar purnawirawan Bintang Tiga ini.(LH)












