Hashim : Pebisnis Amerika Sedang Melobi Pemerintah Agar Batalkan Pencabutan Izin 28 Korporasi

  • Bagikan
Photo google maps

Disampaikan Dalam Forum ASEAN Climate di Jakarta
•Minat Investor Luar Tetap Tinggi Disaat Pemerintah Sedang Tegakan Regulasi

Pangkalpinang atensipublik.com – Pengusaha asal Amerika Serikat disebut melobi Presiden Prabowo Subianto untuk membatalkan pencabutan izin terhadap 28 perusahaan di Sumatra yang diduga melanggar aturan pemanfaatan hutan, Jumat 13 Februari 2026.

Hal itu disampaikan Utusan Khusus Presiden untuk Iklim dan Energi Indonesia sekaligus adik dari Presiden Prabowo, Hashim Djojohadikusumo.

Hashim menuturkan permintaan itu datang dari pengusaha asal Amerika Serikat (AS) setelah pemerintah mengumumkan langkah pencabutan izin usaha perusahaan-perusahaan yang dinilai melanggar aturan kawasan hutan nasional.

Pada akhir Januari 2026, Istana Presiden mengumumkan bahwa Presiden Prabowo telah mencabut izin 28 perusahaan yang terbukti melanggar peraturan kawasan hutan nasional. Kerusakan lingkungan tersebut menyebabkan bencana banjir di Sumatra pada akhir 2025 lalu.

“Seorang pengusaha Amerika berkata, Hashim kau harus memberi tahu saudaramu bahwa kau harus memulihkan lisensi perusahaan ini di Aceh. Kebetulan itu adalah perusahaan pertambangan emas di Aceh. Saya tidak akan menyebutkan namanya,” kata adik kandung Prabowo itu di ASEAN Climate Forum, di kantor BEI, Jakarta, Rabu 11 Februari 2026.

Hashim mengatakan dirinya dihubungi pengusaha asal AS tersebut tepat sepekan sebelum dirinya menerima delegasi 8 investor dari New York, Eropa, Australia yang menyiapkan ratusan miliar dolar AS untuk investasi di Indonesia.

“Dan kemudian, beberapa hari kemudian, kedelapan investor itu berkata, fantastik, hebat, batalkan saja [28 izin perusahaan],” kata dia.

Hashim menilai reaksi calon investor tersebut memberikan sinyal bahwa ada antusiasme global untuk menggelontorkan dana investasi di sektor energi bersih, dan Indonesia beserta negara Asean lainnya memiliki potensi sumber daya yang besar.

“Karena kita semua memiliki hutan bakau, kita semua memiliki laut, kita memiliki padang lamun, dan kita memiliki hutan yang menakjubkan, yang kita bertekad untuk pertahankan. Jadi saya pikir fakta bahwa pemerintah mencabut 28 izin, bahwa kita bertekad untuk melindungi lingkungan,” tandasnya.(***)

Berita ini telah tayang di bisnis.com

Dengan judul :AS Minta Pencabutan Izin 28 Perusahaan di Sumatra Dibatalkan, Prabowo Goyah?

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *