Stay Calm, Don’t Be Provoked by Rumours of a Fuel Price Hike – The Government Assures Adequate Supplies

  • Bagikan

Pangkalpinang atensipublik.com – Sinyalemen isu pemerintah berencana menaikkan harga bahan bakar bersubsidi, imbas ditutupnya jalur vital energi dunia atau selat Hormuz dibantah secara resmi oleh Wakil Ketua DPR RI Sufi Dasco Ahmad, Rabu 1 April 2026.

“Masyarakat tidak perlu panik. Tidak perlu melakukan antrian dan terlebih lagi melakukan penimbunan terhadap bahan bakar bersubsidi,” ucapnya dalam taklimat resmi yang disiarkan oleh akun sosial media DPR RI.

Pemerintah belum berencana, sambung Sufi Dasco, melakukan penyesuaian harga bbm bersubsidi maupun harga bbm non subsidi di tanggal 1 April. Pemerintah juga memonitor bahwa akibat adanya isu tidak benar tersebut telah terjadi antrian di beberapa SPBU di berbagai daerah.

“Sehingga kami himbau bahwa pemerintah belum berencana menaikkan harga bbm subsidi maupun non subsidi sehingga mulai hari ini tetap berlaku harga yang sama,” tegasnya.

Perlu diketahui, akibat eskalasi perang segitiga antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, aktifitas di selat Hormuz yang merupakan jalur vital bagi 30% pasokan energi dunia sudah hampir dua minggu terputus. Imbasnya adalah, harga dasar minyak mentah di pasaran dunia melambung hingga ± 102 US$ per barrel.

Dengan begitu, banyak analis menyebut angka kenaikan harga dasar minyak mentah tersebut dipastikan akan memiliki dampak pada harga distribusi bahan makanan dan alur devisa dunia. (LH)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *