Dialog Dengan Tokoh Masyarakat dan Pers, Presiden : Ini Sudah Menyangkut Stabilitas Nasional

  • Bagikan
tangkapan layar akun youtube Presiden.

Pangkalpinang atensipublik.com – Urun Rembug antara Presiden Prabowo dengan beberapa tokoh masyarakat serta pers nasional sempat dibumbui debat seru menjurus saling melontarkan argumen sengit satu sama lain. Debat yang terjadi adalah ketika Presiden menjawab cecaran pertanyaan dari jurnalis narasinewsroom, Najwa Shihab, Jumat 20 Maret 2026.

“Oh come on, it’s color revolution you know that. Masa you gak pernah baca dan tahu soal tersebut?” sanggah Presiden, seperti diunggah oleh akun kantor berita suaradotcom.

Sebelum lebih jauh menelesik isi perdebatan, redaksi coba menjembatani persepsi pembaca menyoal apa itu color revolution? Color Revolusion atau revolusi warna adalah serangkaian protes massa, umumnya tanpa kekerasan, yang bertujuan menggulingkan pemerintah atau mengubah rezim politik, dengan motor penggerak utama adalah kaum muda atau Gen Z. Ukraina 2014, Revolusi Tulip Kirgistan dan terbaru adalah di Nepal beberapa waktu kemarin.

Ukraina berganti rezim, rezim Kirgistan juga tumbang dan ditutup dengan jatuhnya pemerintahan Nepal serta membuat kosa kata baru bagi netizen +62 : “di-nepalkan”.

Selain itu, dalam dialog seru antara Prabowo dan Najwa Shihab -seperti yang disaksikan oleh awak redaksi, pihak Najwa mencecar Presiden Prabowo dengan narasi, apa kriteria bagi kekuasaan ketika kritik yang disampaikan justru dibaca sebagai tindakan makar oleh negara.

“Apakah bapak membaca bahwa segala kritik yang disampaikan oleh mahasiswa serta tokoh kritis lainnya itu bermuara pada keinginan untuk rezim change?” desak Najwa.

“Tidak semuanya, saya tidak pernah mengatakan semuanya tapi ada oh jelas ada. Jadi begini, kalau untuk (peristiwa -red) Agustus kemarin itu jelas makar. Mereka -para demonstran membakar gedung DPR, bawa bom molotov dan tidak ada LSM yang ribut ketika itu,” tegah Presiden.

Sebagai tambahan informasi, dalam peristiwa demo Agustus 2025 yang lalu. Ketika itu, kota metropolitan membara dan sekejap aparat keamanan head to head dengan pihak demonstran yang kalap dan gelap mata. Walau dengan dalih unjuk rasa apapun, memang harus diakui situasional yang dipicu oleh salah penanganan dari petugas sehingga jatuhnya korban jiwa tak bisa juga dibenarkan untuk jadi pembenaran untuk merusak fasilitas umum.

“Saya hormati, silahkan saja demonstrasi tapi begitu sudah bakar-bakar itu kriminal,” tegas Presiden Prabowo. (LH/and other source)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *