Lokasi KDMP di Atas Bukit Pekon Selapan Tuai Protes, Warga Minta Dipindah Dekat Pemukiman

  • Bagikan

AtensiPublik com -Pringsewu Program unggulan Presiden Prabowo Subianto melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Pekon Selapan, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, menuai protes dari sejumlah warga. Persoalan utama yang disoroti masyarakat adalah lokasi pembangunan yang berada di atas bukit dan dinilai terlalu jauh dari pusat pemukiman.

Warga mempertanyakan efektivitas lokasi tersebut karena keberadaan KDMP semestinya dapat mempermudah akses masyarakat terhadap layanan dan kegiatan ekonomi desa.
Pantauan di lapangan, kantor KDMP Pekon Selapan berdiri di kawasan Bukit Pekon Selapan, yang lokasinya cukup jauh dari pemukiman warga.

Salah seorang warga Pekon Selapan, Jumat (21/8/2026), mengaku bingung dengan penentuan lokasi tersebut.
“Kami bingung. Katanya Koperasi Merah Putih ini untuk mempermudah kami. Tapi kok dibangunnya di bukit, jauh dari rumah warga? Mau belanja atau urus administrasi saja susah,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya. Mereka berharap pembangunan KDMP yang disebut menggunakan anggaran dari Dana Desa/Pekon dapat benar-benar memberikan manfaat dan mudah diakses masyarakat.
“Kami tidak tahu harus mengadu ke mana. Yang kami tahu, ini dibangun dari Dana Pekon kami. Kalau letaknya seperti ini, sama saja kami dirugikan karena tidak bisa dimanfaatkan sebagaimana mestinya,” ungkapnya.

Selain lokasi, warga juga mempertanyakan keterbukaan informasi terkait pembangunan. Mereka meminta agar papan informasi proyek dipasang secara jelas, termasuk mengenai nilai anggaran, sumber dana, serta pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan pekerjaan.

Perwakilan warga menyampaikan dua tuntutan utama, yakni agar lokasi KDMP ditinjau ulang dan dipertimbangkan untuk dipindahkan ke tempat yang lebih dekat dengan pemukiman. Kedua, masyarakat meminta adanya transparansi informasi mengenai pembangunan.
“Kami minta dua hal. Pertama, lokasi KDMP ditinjau ulang dan dipindah lebih dekat dengan pemukiman warga. Kedua, pemborong lebih transparan dengan memasang informasi nilai anggaran proyek,” tegasnya.

Masyarakat berharap pemerintah pekon, Kecamatan Pardasuka, serta instansi terkait dapat segera turun ke lapangan untuk meninjau persoalan tersebut dan mencari solusi terbaik.
“Kalau tujuannya baik, tolong tempatnya juga dibikin baik. Jangan sampai program bagus, tetapi pelaksanaannya tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” pungkas warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh tanggapan resmi dari Pemerintah Pekon Selapan maupun Kecamatan Pardasuka terkait keluhan masyarakat tersebut. (Rosmayana/  FPII)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *