TANGGAMUS — Nama Ketua LSM Trinusa DPC Tanggamus, Nuril Asikin, diduga dicatut oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Sejumlah kepala sekolah (Kepsek) dan kepala pekon (Kakon) di wilayah Kabupaten Tanggamus disebut menerima komunikasi yang diduga mengatasnamakan dirinya.
Informasi tersebut mencuat pada Selasa (1/9/2026), setelah adanya komunikasi yang disebut-sebut bernada intimidasi dan berisi permintaan tertentu kepada sejumlah kepala sekolah di Kecamatan Pugung serta kepala pekon di Kecamatan Limau dan Kecamatan Gunung Alip.
Namun, Nuril Asikin dengan tegas membantah terlibat dalam komunikasi tersebut. Ia menyatakan tidak pernah melakukan tindakan maupun mengirim komunikasi sebagaimana yang disampaikan oleh pihak-pihak yang menerima pesan.
“Saya tidak pernah melakukan tindakan atau komunikasi seperti yang dimaksud. Saya merasa dirugikan, baik secara materi maupun imateri, karena nama saya dan organisasi yang saya pimpin diduga telah dicatut oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” ujar Nuril.
Nuril meminta pihak-pihak yang menerima komunikasi tersebut agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan maupun mengaitkan komunikasi tersebut dengan dirinya sebelum identitas dan kebenaran informasi dapat dipastikan.
Menurutnya, pihaknya kini tengah berupaya menelusuri siapa orang yang diduga menggunakan nama dirinya dan LSM Trinusa dalam komunikasi tersebut.
“Kami akan terus memantau dan mencari tahu siapa sebenarnya orang yang menggunakan nama saya dan LSM Trinusa dalam komunikasi tersebut. Kami berharap masyarakat tidak langsung mengambil kesimpulan sebelum ada kejelasan mengenai siapa pelakunya,” katanya.
Nuril menambahkan, persoalan tersebut telah dikoordinasikan dengan divisi hukum. Apabila hasil penelusuran menemukan adanya dugaan penyalahgunaan identitas, intimidasi, atau tindakan lain yang merugikan dirinya maupun organisasi, pihaknya menyatakan siap menempuh langkah hukum.
“Kami sudah berkoordinasi dengan divisi hukum dan akan segera membawa persoalan ini kepada pihak yang berwenang untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, identitas pihak yang diduga menggunakan nama Nuril Asikin belum diketahui. Belum terdapat pula keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait dugaan peristiwa tersebut. ( Yt)













