Baru Berusia Lima Tahun, Jembatan Kerabut Kusam Tak Terurus

  • Bagikan

Pangkalpinang atensipublik.com – Jembatan Air Kerabut Gantung senilai Rp 25 980 529 000,- yang menggunakan APBD Pangkalpinang Tahun Anggaran 2020 dan dikerjakan oleh penyedia jasa PT Karya Mulia yang diresmikan pada Kamis 4 Maret 2021 yang lalu kondisinya makin tak terurus saja. Penampakannya mirip lokasi uji nyali, lusuh di siang hari dan pastinya angker di malam hari, Senin 7 Juli 2025.

“Kalau penerangan memang minim di jembatan kerabut sampai jalan tembus ke Balun Ijuk pak. Selain rawan kriminalitas, juga beresiko tinggi bagi bikers yang lampu motornya belum LED,” kata Doni warga seputaran Kerabut.

Please klik link:

Pantauan langsung jembatan 25 miliar

Perlu diketahui, jembatan bernilai 25,8 miliar rupiah ini saat pengerjaannya dulu ditingkahi dengan peristiwa robohnya bangunan utama jembatan pada Jumat malam 16 Oktober 2020. Walau tak ada korban jiwa, namun tak ayal lagi media massa seantero negeri berhari-hari menjadikan peristiwa robohnya jembatan jadi headline.

“Oia benar sempat roboh tahun 2020 dulu ya. Sekarang ini cuma terlihat kusam dan tak terurus saja kalau saya nilai,” imbuh Doni.

Tiang Jembatan Kerabut yang terlihat KUSAM tidak sesuai dengan besaran harga senilai 25 miliar

Tambahan informasi lainnya adalah, dalam PEDOMAN Konstruksi Dan Bangunan No. 005-03 /P/BM/2011 disebutkan bahwa Pemeliharaan berkala mencakup beberapa kegiatan yaitu: a) Kegiatan pemeliharaan berkala yang terencana, mencakup hal-hal: Pengecatan ulang. Penggantian lapisan permukaan. Penggantian lantai kayu. Penggantian kayu jalur roda kendaraan. Pembersihan jembatan secara keseluruhan. Pemeliharaan peletakan dan landasan. Penggantian expansion joint. Poin b) Perbaikan sederhana, mencakup hal-hal: Penggantian bagian-bagian kecil dan elemen yang kecil. Perbaikan tiang dan sandaran. Perawatan bagian-bagian yang bergerak. Perkuatan bagian yang struktural. Perbaikan tebing yang longsor dan terkena erosi. Perbaikan bangunan pengaman yang sederhana.

Sementara pantauan media beberapa minggu yang lalu menyatakan hal yang sebaliknya. Selain itu, media juga sudah berupaya melakukan proses cover both stories ke berbagai lintas sektoral namun sayangnya belum tersambung dan akan diupayakan agar berita berimbang. (LH).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *