
LAMPUNG BARAT – ANTENSIPUBLIK.COM – Kepala Desa (Peratin) Pekon Srimenanti, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat, memberikan klarifikasi resmi terkait isu yang beredar mengenai keterlibatan atau aktivitas sejumlah aparatur pekonnya dalam proyek eksplorasi panas bumi (geothermal) yang tengah berjalan di wilayah Kecamatan Sekincau, Bandar Negeri Suoh (BNS), dan Air Hitam.
Langkah ini diambil guna meluruskan informasi di masyarakat agar tidak menimbulkan spekulasi atau kesalahpahaman terkait jalannya roda pemerintahan di tingkat pekon.
Meluruskan Tugas dan Batas Kewenangan
Dalam keterangannya, Peratin Pekon Srimenanti menegaskan bahwa kehadiran atau keterlibatan aparatur pekon dalam dinamika proyek strategis tersebut semata-mata dilakukan dalam koridor koordinasi, pemantauan wilayah, dan penyerapan aspirasi masyarakat, bukan dalam ranah bisnis maupun intervensi proyek secara personal.
”Kami perlu meluruskan informasi yang berkembang. Tugas utama aparatur pekon adalah memastikan stabilitas wilayah, mengawal jalannya komunikasi antara pihak pelaksana proyek dengan warga, serta memastikan bahwa hak-hak masyarakat adat dan lingkungan lokal tetap terjaga,” ujar Peratin Srimenanti.
Ia juga menambahkan bahwa aparatur pekon dilarang keras menyalahgunakan wewenang atau memanfaatkan proyek nasional tersebut untuk kepentingan pribadi yang dapat mengganggu pelayanan publik di balai pekon.
Komitmen Pelayanan Publik Tetap Prima
Pihak pemerintah pekon menjamin bahwa adanya aktivitas proyek panas bumi di wilayah Kecamatan Air Hitam dan sekitarnya tidak akan mengganggu pelayanan administratif bagi warga Srimenanti. Seluruh aparatur pekon dipastikan tetap menjalankan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) secara profesional.
Menjaga Iklim Investasi dan Kondusivitas Wilayah
Sebagai bagian dari wilayah yang bersinggungan langsung dengan proyek geothermal di tiga kecamatan (Sekincau, BNS, dan Air Hitam), Pekon Srimenanti berkomitmen untuk mendukung program pemerintah yang berdampak positif bagi kemajuan daerah, dengan tetap mengedepankan transparansi.
Pihak pekon juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya, serta bersama-sama menjaga kondusivitas demi kelancaran pembangunan di Kabupaten Lampung Barat.
Red.(**)








