Akses Jalan Pantai Bedukang Terpenggal Akibat Tambang Liar, Warga: Sudah Tahunan Jalan Ini Putus

  • Bagikan

Sungailiat atensipublik.com – Salah satu tugas Dinas PUPR tiap kabupaten diantaranya adalah, meningkatkan ketersediaan dan kualitas infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, irigasi, air baku, sanitasi, dan perumahan. Baik di ibukota kabupaten apalagi daerah terpencil atau pelosok, Kamis 25 Juni 2026.

Meski begitu, dalam pantauan langsung media ke kawasan Pantai Bedukang Sungailiat Kamis sore ini, fakta menyedihkan soal timpangnya pembangunan antara ibukota dan daerah pesisir pantai yang jauh dari perhatian para pemangku kepentingan nyata terjadi. 

“Jalan ini putus sudah hampir dua tahun lebih pak. Belum ada perhatian sama sekali dari pemerintah sini, kalau mau ke tempat Kadus namanya Pak Akbar,” sebut seorang wanita pemotor yang kebetulan melintas di depan jembatan. 

Bukan itu saja, dari pantauan langsung awak media, nampak jalan penghubung (klik link google maps) yang akhirnya dibangun jembatan yang terkesan dibangun seadanya saat ini masih menjadi andalan warga untuk melintas, serta urat nadi perekonomian warga desa. 

“Awalnya jalan ini tergerus oleh aktivitas tambang liar di dekat pesisir. Ketika diterpa hujan terus-menerus akhirnya jadi putus. Nah oleh warga dibangun lah jembatan yang hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda dua,” sebut Amrozi warga setempat. 

Perlu diketahui, warga di sekitar kawasan Pantai Bedukang menggantungkan hidupnya dari hasil laut. Alias sangat perlu akses jalan penghubung yang mampu mendistribusikan hasil tangkapan mereka sehari-hari sebagai penyambung hidup. 

Namun demikian, dengan putusnya akses jalan yang jadi nadi perekonomian warga setempat. Warga Bedukang saat ini tidak berharap banyak pada pemangku jabatan, hanya berhasrat agar denyut periuk nasi mereka tidak berhenti berdetak. 

“Yah kalau bisa, ada lah sedikit perhatian pemerintah sini pada jalan kami yang terputus ini. Sebagai rakyat kecil cuma ke media saja kami minta agar suara kami sampai ke pemerintah,” ucap Retno, nelayan perempuan Bedukang lirih.

Sampai berita ini tayang, media telah mengirimkan konfirmasi ke lintas sektoral namun sayang belum terhubung dan akan terus diupayakan agar berita coverboth stories. (Lukman Hakim).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *