Dokumen Intelijen CIA Ungkap ‘Jeroan’ Indonesia, Mulai Ilegal Fishing Sampai Potensi Timah dan Migas

  • Bagikan

Pangkalpinang atensipublik.com – Badan Intelijen Amerika Serikat merilis dokumen sekitar 13 juta halaman informasi rahasia backbone sebuah negara, diantaranya soal isi perut negara Indonesia. Dalam laporan yang dirilis 25 tahun yang lalu berbentuk format pdf memiliki konten privasi soal pemetaan dasar laut, landas kontinen hingga potensi sumber daya, Rabu 7 Januari 2026.

Media atensipublik berkesempatan untuk mengakses file yang telah dienkripsi tadi.

Hasilnya cukup membuat bergidik dan mampu menumbuhkan rasa jeri bagi -terutama- aparat negara serta cendekiawan juga masyarakat luas. Diantaranya yang bisa dimuat dalam artikel ini adalah menyoal potensi isi laut di perairan Indonesia.

“Mineral Lainnya : Indonesia diyakini kaya akan sumber daya mineral selain minyak bumi meskipun hanya sebagian kecil dari area yang berpotensi mengandung mineral yang telah disurvei. Timah, nikel, dan bauksit adalah satu-satunya mineral yang saat ini diproduksi dalam jumlah yang signifikan. Dari semua itu, hanya timah yang ditambang dari dasar laut,” demikian bunyi dokumen bernomor CIA- RDP84- 00825R000300060001-4 dengan klasifikasi RAHASIA.

Tak cuma itu, artikel ini bahkan menyimpulkan bahwa kondisi negara kita sesungguhnya sudah mirip dengan “Rumah Kaca”. Dimana segala sesuatu hal yang ada dalam rumah besar bernama Indonesia sudah sedemikian telanjang kasat mata.

“Meskipun laut di kepulauan Indonesia memiliki kekayaan kehidupan laut yang melimpah, armada perikanan domestik — yang sebagian besar terdiri dari kapal layar kecil dengan peralatan kuno — memiliki kemampuan terbatas untuk memanfaatkan sumber daya ini. Dan tangkapan legal dalam jumlah besar dilakukan oleh armada asing. Sejumlah besar tuna, misalnya, ditangkap setiap tahun dari Laut Banda dan Laut Ceram oleh kapal pukat Jepang,” ungkap dokumen CIA ini.

Bukan cuma ikan, sumber daya lainnya yang disinggung oleh dokumen ini pun menyasar soal mineral timah. Dimana dikatakan bahwa Indonesia adalah produsen timah terbesar keempat di dunia di antara negara-negara non-Komunis. Produksi timah Indonesia menyumbang dua pertiga dari nilai produksi mineral Indonesia dan sekitar 5 persen dari total pendapatan ekspor.

“Tidak ada prospek penambangan timah pada kedalaman lebih dari 200 meter dan kecil kemungkinan nodul mangan atau endapan mineral lainnya akan ditemukan dalam jumlah komersial pada kedalaman tersebut. Timah ditambang dari struktur pembawa bijih yang membentang dari Burma, melalui semenanjung Thailand, Malaysia Barat, dan ke Laut Jawa. Sebagian besar bagian Indonesia dari struktur tersebut terletak di bawah air, dengan kedalaman hingga 60 meter,” demikian paragraf selanjutnya dari teks yang dialihbahasakan oleh redaksi.

Dokumen rahasia milik agensi intelijen yang baru saja sukses menjalankan misinya di Venezuela ini, menyatakan bahwa salah satu ‘key factor’ pertumbuhan di Indonesia adalah karena Indonesia memiliki sekitar 2% cadangan total minyak dunia secara eksplorasi yang dapat dipulihkan.

“Indonesia memiliki cadangan terbukti yang dapat dipulihkan sebesar 10 miliar barel, sekitar 2 persen dari total dunia, dan setidaknya 300.000.000 barel di antaranya berada di lepas pantai. Kondisi geologis di landas kontinen yang luas menunjukkan potensi yang cukup besar, dan eksplorasi lebih lanjut pasti akan meningkatkan angka lepas pantai tersebut,” kata dokumen yang telah diakses puluhan juta pengguna ini.

Sejarah lahirnya CIA juga jadi bagian dari dokumen yang dirilis. “Semua ini adalah ‘cherry-picked’,” kata juru bicara CIA Heather Fritz Horniak kepada CNN yang dikutip Sindonews ”Ini sejarah yang penuh. Ini baik dan buruk,” pungkasnya. (LH)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *