•Sang Germo ngutip ratusan ribu pada korban eksploitasi seksual
•Germo lah yang aktif bertransaksi untuk kemudian mengambil keuntungan pada korban
Pangkalpinang atensipublik.com – Domain prostitusi yang dikenal secara satire sebagai profesi paling tua di dunia, juga telah berevolusi dari ritual tak berilmu milik masyarakat kuno, menjadi fenomena sosial dan ekonomi yang kompleks di era modern, -profesi yang dilaknat oleh Allah SWT- ini bertahan melalui berbagai perubahan zaman dan regulasi.
Sementara itu, pihak Ditreskrimum Polda Bangka Belitung baru saja berhasil dengan gemilang membongkar praktik prostitusi online diwilayah Kota Pangkalpinang. Untuk itu, seorang pemuda yang diduga sebagai muncikari telah diamankan.
Kabar telah diamankan-nya seorang pemuda yang diduga muncikari ini dibenarkan Kabid Humas Polda Babel Kombes Pol Agus Sugiyarso, Senin (23/2/26) siang kemarin.
“Iya benar, pemuda yang diamankan ini berinisial IA (21) warga Pangkalpinang. Yang bersangkutan diketahui sebagai muncikari atau penyedia jasa kencan via online,”kata Agus di Mapolda.
Agus menjelaskan, pelaku IA diamankan oleh petugas disalah satu penginapan yang berada di Kota Pangkalpinang pada Sabtu (21/2/26) malam.
Selain pelaku, kata Agus, petugas turut mengamankan 2 (dua) orang korban termasuk sejumlah uang dan handphone yang terkait dengan aktivitas eksploitasi seksual itu.
Lebih lanjut, Agus juga membeberkan terbongkarnya kasus ini setelah pihaknya melakukan penyelidikan terhadap laporan adanya aktivitas prostitusi online via whatsapp.
Dari penyelidikan itu, petugas berhasil menemukan sebuah nomor WA yang digunakan pelaku untuk menjalankan aktivitas jasa layanan kencan online tersebut.
Modus Sang Germo
“Dari penelusuran, ternyata yang mengoperasikan WA itu adalah pelaku IA. Kemudian, petugas melakukan penangkapan yang kebetulan pelaku berada diloby salah satu penginapan di Pangkalpinang,”beber Agus.
“Hasil introgasi, pelaku mengakui perbuatannya yang telah melakukan kegiatan eksploitasi terhadap 2 korban ini dengan tarif 3 juta rupiah termasuk biaya hotel,”timpalnya.
Perwira melati tiga Polri ini juga menyebutkan, hasil dari eksploitasi seksual itu, pelaku mendapatkan keuntungan sebesar 150 ribu – 200 ribu rupiah dari masing-masing korban.
“Setiap korban ini mendapatkan 1,3 juta rupiah dari hasil kesepakatan antara mucikari dengan pemesan. Kemudian setelah sepakat, pelaku juga meminta uang keuntungan kepada setiap korban yakni 150 sampai 200 ribu rupiah,”sebutnya.
Usai diamankan, pelaku berikut barang bukti langsung digelandang ke Mapolda Babel guna proses penyidikan lebih lanjut.
Sementara, atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 455 dan/atau 420 UU No 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana kejahatan perdagangan orang dengan modus merekrut korban untuk melakukan praktek prostitusi.(Humas Polda Babel).












