Sungailiat atensipublik.com – Rencana pemerintah untuk menekan praktek penentuan harga transfer (transfer pricing) pada komoditas kelapa sawit yang diduga dilakukan oleh 10 eksportir utama crude palm oil, tidaklah berjalan mulus sebagaimana mestinya, Senin 25 Mei 2026.
Faktanya, setelah announcement resmi Presiden Prabowo dalam Rapat Paripurna di Gedung DPR RI beberapa waktu yang lalu. Bukan hanya pasar modal saja yang bergejolak, rupiah pun ikut terimbas hingga harga TBS di kalangan petani sawit sekarang ikut terhempas.
Berdasarkan data yang diperoleh redaksi dari Dinas Pangan dan Pertanian kabupaten Bangka Senin sore ini, seminimnya ada dua PKS (Pabrik Kelapa Sawit) yang alami penurunan harga.
PT. Gunung Maras Lestari (PT. GML) Mabat dari harga 2530 turun menjadi 2200 atau alami penurunan sebesar 330 rupiah. Yang kedua adalah, PT THEP Puding Besar dari 3000 menjadi 2550 atau alami penurunan sebesar 450 rupiah.

Dari sembilan korporasi sawit yang ada, hanya dua perusahaan saja yang alami penurunan disinyalir imbas pengumuman pemerintah. Selebihnya, atau sekitar tujuh korporasi sawit lainnya tetap mempertahankan harga pembelian TBS ke petani.
Redaksi belum mendapatkan tanggapan resmi pihak terkait atas fenomena penurunan harga komoditas sawit di beberapa PKS, namun akan terus diupayakan agar berita bisa berimbang. (Lukmanhakim).













