Eng Ing Eng, Ada Penghubung Tawarkan Mediasi Beraroma Sogokan Hingga Netizen Saling Komen di Sosmed

  • Bagikan
Tangkapan layar video tiktok

Pangkalpinang – Dalam literature yang sama-sama diketahui, mediasi adalah proses penyelesaian sengketa atau masalah melalui perundingan atau musyawarah yang dibantu oleh pihak ketiga yang netral, yang disebut sebagai mediator, Kamis 27 Agustus 2026.

Kendati demikian, pada prakteknya masih lazim ditemui sengkarut kepentingan antara pihak yang sesungguhnya sedang silang pendapat dengan pihak mediator yang justru kadang membawa misi tersendiri. Tujuan jangka pendek keuntungan materi misalnya.

“Halo bang, kemana aja ikak ne lah lame dag ketemu. Cemni bang ini ade amanat orang (diduga pihak SPPG) neg ketemu, kapan sempet e?” demikian petikan percakapan telepon awak redaksi dengan sang mediator terkait pemberitaan dengan isu digagasnya pertemuan objek berita dengan media.

Selain membicarakan isi konten berita, percakapan tadi juga menyentuh hal-hal sensitif terkait ihwal pertemuan yang dijadwalkan berlangsung Rabu sore 26 Agustus kemarin. “Ada yang neg dititip ke abang, nek berik rezeki, Klak ku atur wktu pak ok,” isi percakapan telepon dan chatt whatsapp media ini pada jam 10:29 wib Rabu 26 Agustus siang kemarin.

Berawal dari temuan media dan dapat sorotan tajam warganet tiktokers

Sebelumnya pembaca wajib tahu, grup media ini telah mempublikasikan temuan informasi lapangan terkait dugaan ketidakbecusan penyajian menu MBG untuk sekolah SDN 48 Pangkalpinang.

(Tautan 1)

(Tautan 2)

(Tautan 3)

“Kalau (SDN) 48 itu lama sampai datang itu jam 10 kurang 9 menit Ibu D*** mau, tapi dengan satu syarat maunya yang pagi tadi tapi ini di antar jam 10:09 itu pun tidak dikonfirmasi sama Kepala SPPG, pihak sekolah mau terima tapi jangan nasi yang semalam maunya yang pagi takutnya basi kalau yang semalam,” tulis sumber tertutup redaksi yang terpaksa identitasnya dirahasiakan demi keamanan dirinya.

Pasca berita ini tayang di berbagai platform, sontak netizen di Bangka Belitung ikut komen perihal pemberitaan tersebut, yang kali ini ditampilkan oleh redaksi comment war yang terjadi di tiktok. “@Alrecha : Hoax dengkulmu itu anak saya SD 48 emang Siang Coyyy jam 10 lewat katee datang mana Yg kelas 4 5 6 dakde aben dikasih Katee habis bahan Baku e,” tulis netizen.

Selain faktor penyajian yang masuk kategori minim quality control, domain ketidakbecusan pengelola dapur SPPG Pangkal balam 2 pun jadi sorotan warganet. ” @Fanny : Selasa tgl 19.08 anak saya kelas 4 gk dpt mbg, alasannya bahan nya hbis, tpi keterangan di sosmed porsi makanan seperti biasa”. ” @Alrecha.: Mabok Yg pengelola SPPG, mana Masakannya Entah Ape2 rasanya,” “@Jangan Kepo : kata anak q,,seger MBG yang lama dulu, semenjak di ambil alih dgn SPPG yg sekarang, lauk e agak kurang rasa e, anak q da makan kadang,”@Liaaja Lia : asli imang ni anak kami sekolah di SD 48 guru e gak ngmbik Krn la siang,” @Parma Italia:udah tutup aja tag aja @sudaryono kalau kayak gini anak anak bisa keracunan,” demikian rangkuman keluh kesah tiktokers di kolom komentar yang salah satunya menyenggol akun Kepala BGN Sudaryono. (Tautan).

Sampai berita ini tayang, media telah berulangkali mengirimkan konfirmasi resmi ke pihak yayasan pengelola SPPG, Kepala Sekolah, Bagian Cek MBG SDN 48 namun semua narasumber yang dihubungi terkesan menjawab seadanya, bahkan sebagian besar bungkam.

Kejanggalan lainnya yang perlu dibuka ke hadapan publik diantaranya dilakukan oleh Bagian Cek MBG SDN 48, DN.

Ia memilih kata “TIDAK” sebagai respons yang bersangkutan ketika dikonfirmasi panjang lebar dan hanya merespon satu kata tidak dengan huruf besar setelah berita tayang, seolah-olah awak media adalah pihak yang harus disemburkan kata baku penolakan. (red3/*lh/tim)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *