Mekanisme PPDB Ke SPMB, Masalah Klasiknya Diduga Selalu Menyentuh Frasa kalimat “Titipan”

  • Bagikan

Pangkalpinang atensipublik.com – Program Seleksi Penerimaan Murid Baru tahun 2025 yang digadang-gadang sebagai replacement dari program sebelumnya yaitu PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru), baru hitungan hari dimulai sudah menuai masalah, Selasa 24 Juni 2025.

Permasalahan yang kerap muncul ke permukaan adalah, dari membludaknya titipan anak petinggi di sekolah negeri, jadwal tamu penting yang beragam mulai anggota dewan, pangkat tinggi di instusi keamanan, tokoh masyarakat, sampai beberapa oknum juga rajin hadir di masa-masa seperti sekarang.

Diperparah lagi oleh laman web yang gemar berstatus galat juga lalainya pihak sekolah maupun pihak orangtua murid dalam disiplin tenggat waktu pendaftaran. Seolah sebuah simpfoni falseto yang lagi-lagi tampil ketika publik berharap banyak.

Pada investigasi yang media lakukan, ditemukan ada kejanggalan mencolok terkait SPMB lewat jalur domisili. Klimaksnya adalah di Senin 23 Juni malam kemarin media mendapatkan informasi A1 tentang padamnya harapan seorang calon peserta didik untuk SPMB 2025 yang hendak mendaftar ke SMPN 2 Pangkalpinang. Padahal jarak antara rumah dan sekolah tadi tak sampai sehasta.

“Saya sedih sewaktu ingat nasib anak saya, kok bisa anak saya tidak diterima di SMPN 2 padahal rumah kami dekat sekali dengan sekolah,” ungkap orangtua siswa.

Bahkan orangtua siswa sampai mengibaratkan kalau ada penghapus papan tulis jatuh pasti terdengar ke rumah calon siswa tadi, saking dekatnya lokasi sekolah dan rumah calon siswa yang seketika murung dan hanya mengisi waktu dengan menscroll hapenya saja.

“Kalau bisa disampaikan ke yang berwenang, minta tolong aja pak dikasih tau anak saya sedikit banyak kena mental juga. Soalnya kan beberapa teman main di rumah memang masuk ke SMPN 2 juga,” imbuh ibu setengah baya tersebut.

Di sisi lain, Kadis Dikbud Pemkot Pangkalpinang, Erwandy ketika dikonfirmasi oleh media pada Senin malam, mengaku terkejut perihal temuan info lapangan yang dihimpun oleh awak media terkait ada aroma silang sengkarut SPMB (seleksi penerimaan murid baru) tahun ajaran 2025.

“Soal penerimaan sejumlah 440 dan domisili 220 Iya betul itu, kuotanya masing-masing sebesar 50%,” ucap Erwandy saat dikroscek mekanisme penerimaan siswa baru di SMPN 2 Pangkalpinang.

Erwandy, menegaskan bahwa dirinya tak segan-segan untuk membatalkan status siswa yang sudah diterima di sekolah tujuan. Jika terbukti adanya permainan antar panitia pelaksana SPMB 2025 di lingkup sekolah masing-masing.

“Saya akan diskualifikasi siswa ybs kalau dalam temuan Tim Monev (monitoring evaluasi) ada bukti otentik soal permainan,” tegasnya.

Sinyalemen soal belum rapihnya sistem divalidasi oleh laman web SPMB 2025 Diknas Pemkot Pangkalpinang, pihak Erwandy mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 421.2/1145/DIKBUD/VI/2025.

Isinya adalah berupa pemberitahuan menyoal diundurnya batas akhir penerimaan murid.

“Sehubungan hasil temuan dari Pengawas Eksternal terkait adanya ketidaksesuaian antara Petunjuk Teknis SPMB Pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama Tahun Pelajaran 2025/2025 Kota Pangkalpinang Nomor 062/KEP/DIKBUD/IV/2025 dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru. Maka dilakukan perubahan Petunjuk Teknis SPMB Pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama Tahun Pelajaran 2025/2025 yang semula masa pendaftaran ditutup pada tanggal 21 Juni 2025, diundur menjadi 24 Juni 2025,” demikian petikan isi surat yang dikutip oleh redaksi. (LH)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *