•Pemkot Akan Gelar Rapat Koordinasi Cari Solusi Jumat Besok
•GM Pertamina Bungkam Dikonfirmasi oleh media atensipublik
Pangkalpinang atensipublik.com – Kelangkaan gas elpiji 3kg di kotamadya Pangkalpinang makin sering saja jadi buah bibir keluhan warga. Sekalinya gas tabung hijau itu muncul, harganya melesat naik tidak masuk akal. Bikin emak-emak kompak menggerutu panjang, Kamis 22 Januari 2026.
“Gas 3 kg makin menjadi jadi, kami beli sikok tabung harganya 40 ribu, yo lah pemerintah lah bukan untuk org miskin agik lah gas ni masak orang jual 40 rb sikoke, mati men macem ni trrus, cube razia ken dlu yang bukan pangkalan gas ni jual sekendak perut bai di pangkalpinang nih,” cetus Areator Acak warga Pangkalpinang dalam postingan di salah satu forum jual beli di Facebook Rabu 21 Januari kemarin.
Sebelumnya, dilansir media lokal setempat, Walikota Pangkalpinang juga mengakui adanya masalah dalam pasokan distribusi gas elpiji tiga kilogram yang masuk kedalam wilayahnya. “Tadi dapat informasi dari Asisten, memang disebabkan faktor cuaca sehingga terjadi keterlambatan pasokan. Insya Allah satu dua hari kedepan sudah mulai kembali normal,” janji Bang Udin, sapaan akrab Prof.Saparudin Walikota Pangkalpinang.
Senada dengan Walikota Pangkalpnang tadi, Kepala Dinas Disperindag Pemkot Pangkalpinang, Andika Prakasa yang dimintakan komentarnya terkait masih tersendatnya pasokan gas melon tersebut, dirinya pun mengakui bahwa terganggunya pasokan distribusi gas elpiji yang sekarang ini, diakibatkan kapal pengangkut yang sulit bersandar di pelabuhan.
“(Info tersebut-red) pada dasarnya memang benar adanya, yang seperti kita ketahui bersama, keadaan cuaca dalam beberapa hari kemarin memang sangat buruk hingga kapal tidak bisa sandar,” tulisnya dalam dinding pesan instan whatsapp pada media.
Andika bilang. untuk kuota Pangkalpinang sebenarnya tidak ada masalah namun dikarenakan kabupaten Bangka Barat ada permasalahan untuk pendistribusian gas elpiji, jadi kuota Pangkalpinang sementara ini di bagikan sebagian ke Bangka Barat.
“Pihak Pemkot sendiri sudah mengambil langkah ataupun solusi cepat dengan situasi dan kondisi yang ada saat ini, rencananya besok Jumat 23 Januari, melalui Diskopdag, kami sudah menyurati atau mengundang para agent gas elpiji, pihak Pertamina, Hiswana migas, dan para camat untuk duduk bersama mendengarkan dan mencari solusi bersama untuk permasalahan yang sedang dihadapi saat ini,” pungkasnya.
Sayangnya, konfirmasi lanjutan ke pihak Pertamina yang dilayangkan ke GM Pertamina Bangka Belitung, Adeka tidak mendapat respons maksimal. Seolah permasalahan kelangkaan gas hanyalah persoalan kecil dan bisa diatasi dengan cara bungkam pada konfirmasi media. (LH)












