Pangkalpinang atensipublik.com – Indonesia menginisiasi slogan Indonesia Emas pada 2045. Sementara yang dipahami bersama salah satu indikatornya adalah, memiliki kualitas pendidikan yang kuat, Senin 27 April 2026.
Diketahui bersama, selama delapan dekade Indonesia merdeka, tercatat ada jutaan anak yang tidak bersekolah dengan beragam alasan.
Mulai dari faktor ekonomi (lemahnya pendapatan keluarga), tingginya biaya operasional sekolah (transportasi, seragam), pernikahan dini, kurangnya motivasi belajar, dan kebutuhan bekerja untuk membantu orang tua.
Di pemerintahan kotamadya Pangkalpinang sendiri, telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengembalikan ATS ke pendidikan formal maupun non-formal (seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat/PKBM
“Salah satu yang menghambat akselerasi program itu soal mindset yang menganggap soal sekolah itu belum jadi kebutuhan bagi anak-anak usia sekolah. Kalau di tempat kita ini, ada dua kecamatan yang kami duga orangtua mereka punya pola pikir sekolah belum penting,” sebut Kabid Paud dan sekolah non formal Dinas Pendidikan Pemkot Pangkalpinang, Effendi seizin Kadis Pendidikan Erwandy di ruang kerjanya.
Effendi katakan, dalam database yang dimilikinya, ada sekitar 40 orang di kecamatan Gerunggang serta 56 orang di kecamatan Bukit Intan yang masuk kategori anak-anak usia sekolah, namun belum beruntung bisa bersekolah sebagaimana teman-teman lainnya.
“Kalau Bukit Intan ya memang mungkin karena wilayahnya luas, sementara kalau di Gerunggang lebih kepada mindset belum menganggap penting sekolah,” ungkapnya.
Selain itu, bantuan sosial yang bersinergi dengan program pendidikan, seperti sudah umum diketahui seringkali tumpang tindih dengan data keluarga miskin dari dinas sosial. Sehingga akurasi sasaran program kurang tepat sasaran.
“Untuk mengantisipasi hal seperti itu, di pihak kami makanya rutin untuk melakukan evaluasi tiap tahun pada akhir tahun pengajaran, hal ini dalam rangka mempersiapkan kesinambungan pogram yang sudah berjalan dengan tahun pelajaran berikutnya,” urai Effendi lagi.

Belum lama berselang, program pemkot Pangkalpinang untuk mengakomodir adanya anak usia sekolah yang masuk kategori ATS tadi, berjalan beriringan dengan pihak kepolisian dan sempat dipublikasikan oleh media ini.
Seolah gayung bersambut, ketika dinas pendidikan pemkot Pangkalpinang punya program serupa seperti yang diterangkan Kabid PAUD dan Pendidikan non formal, Effendi, pada paragraf sebelumnya, program akhirnya se-iya sekata dengan inisiatif mulia pihak kepolisian.
“Jadi memang patut kita apresiasi inisiatif Pak Kapolsek Gerunggang beserta jajarannya. Dalam catatan dinas pendidikan, baru pertama kali di Pangkalpinang pihak kepolisian perduli akan dunia pendidikan, dan kali ini dipelopori oleh Polsek Gerunggang,” puji Kabid Effendi saat itu.(LH).












