
Lampung Barat – atensipublik.com – Dugaan meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah Pekon Semarang Jaya dan Pekon Sri Menanti, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat, mulai menjadi perhatian masyarakat. Aktivitas kendaraan proyek PT Star Energy Geothermal yang setiap hari melintasi kawasan permukiman disebut-sebut menimbulkan debu tebal yang dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan warga, terutama balita, lansia, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya.
Sejumlah warga menilai hingga saat ini belum terlihat adanya langkah nyata dari pihak perusahaan dalam melakukan upaya pencegahan maupun penanganan terhadap dampak kesehatan yang diduga timbul akibat aktivitas kendaraan proyek tersebut. Menurut warga, perusahaan sebagai pelaku usaha memiliki tanggung jawab sosial untuk memastikan kegiatan operasionalnya tidak menimbulkan gangguan terhadap kesehatan masyarakat di sekitar wilayah kerja.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Breakingnews.com, dan investigasi atensipublik.com warga mengaku hampir setiap hari harus menghadapi debu yang masuk ke rumah-rumah mereka. Kondisi tersebut, menurut pengakuan sejumlah warga, disertai dengan keluhan batuk, pilek, hingga gangguan saluran pernapasan. Masyarakat berharap persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut dan segera mendapat perhatian dari seluruh pihak terkait.
Yang menjadi sorotan warga bukan hanya persoalan debu, tetapi juga minimnya edukasi kesehatan kepada masyarakat. Hingga saat ini, warga mengaku belum pernah menerima sosialisasi mengenai pencegahan ISPA, pembagian masker, maupun kegiatan pemeriksaan kesehatan sebagai bentuk perlindungan bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang jalur kendaraan proyek.
Warga juga mempertanyakan peran Humas PT Star Energy Geothermal yang dinilai belum maksimal dalam membangun komunikasi dengan masyarakat. Menurut mereka, perusahaan seharusnya dapat menggandeng Puskesmas setempat melalui kerja sama atau nota kesepahaman untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan berkala, penyuluhan kesehatan, pembagian masker, penyiraman jalan guna mengurangi debu, serta pemantauan kasus ISPA di wilayah yang diduga terdampak.
Selain itu, masyarakat juga mempertanyakan transparansi pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Star Energy Geothermal. Warga berharap perusahaan dapat menjelaskan secara terbuka bentuk program CSR yang telah direalisasikan, lokasi pelaksanaannya, besaran manfaat yang telah disalurkan, serta siapa saja penerima manfaatnya. Menurut warga, keterbukaan informasi tersebut penting agar tidak menimbulkan berbagai pertanyaan dan spekulasi di tengah masyarakat.
Masyarakat juga meminta Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Puskesmas setempat, serta instansi terkait untuk segera turun ke lapangan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan masyarakat sekaligus memastikan apakah terdapat peningkatan kasus ISPA yang berkaitan dengan aktivitas kendaraan proyek maupun faktor lingkungan lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Breakingnewsnusantara.com masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak PT Star Energy Geothermal, termasuk Dona selaku Humas perusahaan, terkait keluhan masyarakat mengenai dugaan dampak debu terhadap kesehatan, langkah mitigasi yang telah dilakukan perusahaan, upaya pencegahan ISPA, serta penjelasan mengenai realisasi program CSR di wilayah Kecamatan Air Hitam. Media juga telah membuka ruang hak jawab kepada pihak perusahaan. Berita ini akan diperbarui setelah seluruh pihak memberikan tanggapan sebagai bentuk penerapan prinsip pemberitaan yang berimbang.
Red :(Boi)
Editor: (Yd).


