Pangkalpinang atensipublik.com – Keterkaitan antara fundamental ekonomi dengan nilai tukar disebutkan cukup krusial karena merupakan penentu utama jangka panjang nilai tukar mata uang, di mana kondisi ekonomi yang kuat—seperti pertumbuhan ekonomi tinggi, inflasi rendah, dan stabilitas politik—cenderung menguatkan mata uang nasional, Rabu 6 Mei 2026.
Meski begitu, dalam beberapa pekan terakhir. Mata uang rupiah terus mengalami tekanan hingga ke level 17,320 per satu dollar Amerika. Mengantisipasi tekanan-tekanan baik domestik dan global, Presiden Prabowo telah memanggil Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo ke Istana Negara.
“Jadi tadi dibahas dan dapat arahan Bapak Presiden mengenai nilai tukar, berkaitan dengan dua hal penting dalam nilai tukar. Bahwa yang pertama, rupiah itu undervalue dan kedepan kita yakini akan stabil dan menguat,” kata Perry Warjiyo dalam keterangan pers dilansir republika, usai dipanggil menghadap Prabowo.
Gubernur Bank Indonesia menegaskan bahwa kenapa rupiah undervalue banyak faktor yang menyertainya. Seperti yang tadi disampaikan Pak Menko, kata Perry, fundamental kuat, pertumbuhan tinggi 5,61 %, inflasi rendah, kredit juga tumbuh tinggi dan cadangan devisa kuat.
“Nah mestinya itu rupiah cenderung stabil dan menguat. Kenapa dalam jangka pendek ini ada penekanan-penekanan pada nilai tukar, penyebabnya ada dua. Baik itu faktor global dan faktor-faktor musiman,” jelasnya.
Faktor global yang menyebabkan tekanan ke mata uang rupiah pun turut disoroti oleh Perry. “Faktor globalnya apa? Satu harga minyak yang tinggi. Kedua, suku bunga US yang cukup tinggi. Yield 10 tahun sekarang 4,47 %,” tambah Perry lagi.
Demikian juga mata uang US dollar yang menguat, lanjut Perry, keterangan dari pihak Menko juga mengatakan terjadinya pelarian modal dari emerging market termasuk Indonesia.
“Secara musiman April, Mei, Juni ini memang permintaan terhadap Dollar ini tinggi. Ada pembayaran untuk repatriasi dividen, pembayaran utang dan juga untuk jamaah haji tapi rupiah adalah undervalue, kedepan rupiah akan cenderung stabil dan menguat,” tandas Perry Warjiyo. (LukmanHakim/other source)












