Pangkalpinang Rayakan Cengbeng -Sejarah, Makna Sosial Hingga Rencana Jadi Agenda Wisata

  • Bagikan
Gubernur Kep Bangka Belitung, Hidayat Arsani Anggota DPR RI Rudianto Tjen dan Walikota Pangkalpinang Prof.Saparudin Masyarif

Pangkalpinang atensipublik.com – Pemerintah Kotamadya Pangkalpinang memfasilitasi Perayaan Sembahyang Kubur atau biasa disebut Cengbeng bagi masyarakat Tionghoa yang merayakan di Pangkalpinang. Perayaan kali ini sekaligus digelar dengan Acara bertajuk Festival Kampung Bintang, Sabtu 4 April 2026.

Acara yang memiliki episentrum kegiatan di kelurahan Kampung Bintang ini, berurutan didatangi pejabat teras serta tokoh masyarakat di Provinsi Kep Bangka Belitung pada umumnya, serta Kotamadya Pangkalpinang pada khususnya.

“Yang saya hormati Gubernur Kepulauan Provinsi Kep Bangka Belitung Bapak Hidayat Arsani, Danrem 045/Garuda Jaya, Bangka Belitung, Brigjen TNI Nur Wahyudi, SE, Wakapolda Kep Bangka Belitung, Brigjen Pol Murry Miranda, Wakil Walikota Pangkalpinang, Cece Dessy Ayutrisna serta Ketua PKK Pemkot Pangkalpinang, Susanti Saparudin,” ucap Walikota membuka taklimatnya dalam Puncak Acara Perayaan Cengbeng di Kampung Bintang.

Dari literature yang disusun oleh redaksi, tradisi Cheng Beng disebutkan adalah, selain berfungsi memperkuat tali persaudaraan dan kekerabatan dalam keluarga besar, juga berpotensi besar dimasukan dalam agenda wisata di Kota/Kabupaten yang merayakannya.

“Pada kesempatan ini, sekaligus kami sampaikan dan khusus kami undang Kepala Kanwil Kemenkumham supaya bisa melihat sendiri potensi wisata yang ada dalam perayaan Chengbeng dan Festival Kampung Bintang. Kami juga merencanakan untuk didaftarkan ke agenda wisata nasional. Dan satu lagi, perayaan Chengbeng banyak berkonsentrasi di Pemakaman Tionghoa Kamboja seluas ± 40 hektare yang sampai saat ini masih menjadi yang terbesar se-Asia tenggara,” tambah Walikota.

Selain potensi wisata, Walikota turut memaparkan perihal harapannya terkait potensi ekonomi kreatif dalam gelaran Festival Kampung Bintang. “Tadi dalam perjalanan kesini saya berbincang-bincang dengan Pak Rudi (Rudianto Tjen-red), dan beliau menanyakan berapa perkiraan omset yang berhasil didapatkan dalam Festival Kampung Bintang ini? Maka saya jawab, berkisar ratusan juta bahkan miliaran rupiah pak,” kata Walikota disambut tepuk tangan para hadirin.

antusiasme warga dalam perayaan cengbeng dan festival kampung bintang.

Asal tahu saja, tradisi Sembahyang Kubur ini biasanya dilakukan 10 hari sebelum atau sesudah hari Qingming (sekitar 4-5 April) untuk membersihkan makam, mencabut rumput, dan mengecat ulang huruf pada batu nisan.

Meski begitu, dalam praktek sembahyang yang dibarengi dengan sesajen diperuntukkan bagi arwah keluarga diharapkan sebagai perwujudan cinta dan hormat kepada orang tua/leluhur, serta momen kumpul keluarga besar untuk mempererat hubungan.

“Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih sudah pulang kampung ke Pangkalpinang, dan perlu bapak ibu ketahui, tamu-tamu kita ini ada yang berasal dari negara Hongkong Singapura bahkan China. Tak lupa kami turut ucapkan terima kasih, terutama pada warga Kampung Bintang atas kesediaannya tempat mereka dijadikan ajang festival dan pusat perayaan Cengbeng,” tutup Bang Udin.(LH)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *